Klik Disini
BREAKING

Tuesday, 5 January 2016

KPU Sumenep Siap Hadapi Sidang Pendahuluan di MK 8 Januari


JAWATIMURPOST- Mahkamah Konstitusi (MK) telah menjadwalkan sidang pendahuluan atas permohonan perselisihan hasil pilkada (PHP) Sumenep pada tanggal 8 Januari 2016.


"KPU Sumenep sudah menerima pemberitahuan secara resmi dari KPU RI tentang jadwal sidang pendahuluan di MK. Untuk perselisihan hasil Pilkada Sumenep 2015 yang diajukan pasangan calon nomor urut 2, sidang pendahuluan dijadwalkan pada tanggal 8 Januari," kata Komisioner KPU Sumenep, A Zubaidi, Selasa (05/01/16).



 Sementara, Ketua KPU Sumenep, A. Warits, menyatakan siap menghadapi sidang pendahuluan di Mahkamah Konstitusi (MK) atas gugatan perselisihan hasil pilkada yang diajukan pasangan calon nomor urut 2, Zainal Abidin - Dewi Khalifah (ZA-EVA).



"Pada prinsipnya kami sudah siap menghadapi sidang di MK, dan tidak ada persiapan khusus. Bukti-bukti yang dituduhkan oleh pasangan calon nomor urut 2, nanti akan kita bantah dengan bukti-bukti yang sudah ada," kata A. Warits.


Sumber : Lintas Madura Nesw

Monday, 4 January 2016

Polri Sinyalir ISIS akan Jadikan Indonesia Basis Kekuatan Militan di Asia


JAWATIMURPOST - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia menyebut kelompok teroris negara Islam Irak-Suriah (ISIS) diindikasikan akan membuat Indonesia sebagai markas perlawanan ISIS wilayah Asia.


Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan, Sabtu (26/12/2015) menjelaskan penangkapan terduga teroris inisial AL asal Uighur China di Bekasi beberapa waktu lalu, menguatkan indikasi itu.



"Bahwa ISIS ini merupakan jaringan internasional. Dan Indonesia ini akan dijadikan salah satu base camp di Asia Tenggara atau mungkin saja di Asia. Sehingga ada hubungan antara satu negara dengan negara lain. Ini baru dari China, bisa juga belum kita temukan dari negara lain," kata Inspektur Jenderal Anton Charlatan.



Sebelumnya pada Rabu (23/12/2015) Kepolisian Indonesia menangkap dua orang terduga teroris di Bekasi Jawa Barat. Salah satu diantaranya berasal dari etnis Uighur asal China. Beberapa hari sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror menangkap sembilan terduga teroris di enam kota, yaitu di Tasikmalaya, Banjar, Gresik, Mojokerto dan Sukoharjo.



Anton Charliyan menambahkan, kelompok terduga teroris ini mempunyai hubungan langsung dengan kelompok teroris ISIS di Suriah.



"Kalau yang di Jawa Timur tidak begitu terkait. Tetapi dengan yang di Tasikmalaya maupun yang di Solo ada sedikit kaitannya. Kelompok ini berdiri sendiri dan mempunyai hubungan dengan yang di Suriah. Di bawah pimpinan di Suriah atas nama BN," tambahnya.



AL menurut Anton, adalah satu kelompok dengan dua orang Uighur yang pada pertengahan 2015 ditangkap. Kedua warga Uighur itu sebelumnya berniat untuk bergabung dengan kelompok teroris Santoso di Poso Sulawesi Tengah.



"Ya betul ada kaitannya karena ada beberapa orang yang dari Uighur salah satunya ternyata mereka satu kelompok. Yang satu mungkin ikut ke Poso. Yang dua sudah di tangkap. Yang satu lagi ketangkap di Bekasi (AL). karena yang waktu itu yang satu itu mau gabung dengan Santoso tapi, berhasil kita gagalkan," imbuhnya.



Saasaran teror kelompok ini menurut Anton adalah melakukan penyerangan terhadap kantor instansi Pemerintah di Jakarta. Dengan menjadikan AL sebagai pembom bunuh diri.



"Salah satu namanya AL. AL itu ternyata setelah kita tangkap masih di daerah Harapan Baru Bekasi ternyata orang asing dari Uighur China. Dimana dari yang bersangkutan juga di temukan barang bukti bahwa yang bersangkutan akan menjadi ‘pengantin’. Bahkan ditemukan juga sketsa dari gedung instansi Pemerintah yang mungkin juga akan dijadikan sasaran terror. Ada juga barang-barang lain misalkan juga peralatan seperti switching, pedang dan lain-lain," katanya.



Perayaan Natal dan Tahun Baru menurut Anton akan dijadikan momen aksi teror kelompok ini. Sebagaimana sebelumnya ancaman yang diterima aparat keamanan Indonesia dari kelompok ISIS.



"Mereka bisa saja memanfaatkan momen-momen tersebut. Karena dari awal juga kan mereka sudah mengancam atau memberikan warning pada kita, bahwa di bulan Desember ini mereka akan mengadakan aksi. Nah batas waktu bulan Desember itu kita tidak tau pasti. Namun berdasarkan pengalaman tahun 2000 kita pernah mengalami delapan gereja di bom. Kemungkinan salah satu momen yang dimanfaatkan iu ya momen Natal dan Tahun baru," lanjutnya.



Meski pelaksanaan ibadah Natal berlangsung aman, namun Polri dan TNI serta aparat lainnya tetap melakukan pengamanan ketat semua lokasi khususnya rumah ibadah menjelang dan beberapa hari setelah pergantian tahun.



"Ya kita tetap meningkatkan kewaspadaan. Walaupun ini merupakan kegiatan rutin, tapi mungkin kegiatan rutin yang perlu ditingkatkan. Apalagi dengan adanya warning dari kelompok ISIS. Warning ini bukan tanpa alasan. Yaitu dengan kejadian di Paris yang merupakan suatu hal yang perlu kita garis bawahi. Sehingga dengan demikian kita meningkatkan kewaspadaan lebih tinggi dan meningkatkan kerjasama dengan komponen keamanan lainnya. Termasuk dengan TNI, Pemda, yaitu ada SatpoL PP, dishub, pamswakarsa dan lain-lain," imbuhnya.



Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Saut Usman Nasution mengatakan, untuk saat ini baru dari kelompok Uighur yang masuk ke Indonesia dan sudah bergabung dengan Santoso.



"Sementara ini yang terdeteksi baru dari kelompok Uighur yang sudah jelas masuk. Lima orang sudah bergabung dengan Santoso di gunung. Kita belum temukan," kata Saut Usman.



Saut menjelaskan ada ratusan orang yang bergabung dengan ISIS dan kembali ke Indonesia.



"Ya sekarang sudah 169 di deportasi dari Turki. Ya mereka kembali ke masyarakat, dan ada problem hukum yang kita hadapi. Mereka ini ISIS. Dia bilang keluar dari NKRI. Tapi kita nda bisa mencabut kewarganeragaannya. Dasarnya ga ada. Kita mau kenakan pasal apa? ISIS ini bukan negara. Maka mereka menyebut khilafah yang ga diakui dan gak jelas teritorinya di mana," imbuh Saut.

Sumber : Lintas Madura News

Seekor Lumba-Lumba Terdampar di Pantai Lombang Sumenep


JAWATIMURPOST - Seekor lumba-lumba ditemukan terdampar di Pantai Lombang Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur oleh pengungjung, Minggu (3/1/2016).


Lumba-lumba yang berukuran kurang lebih sepanjang 1 meter tersebut ditemukan sudah mati oleh warga di arah barat panggung utama Pantai Lombang, yang merupakan lokasi wisata bahari di Kabupaten Sumenep.



"Lumba-lumba itu terdampar dalam keadaan sudah mati," kata pengunjung Pantai Lombang, Moh. Ridwan sebagaimana ditulis Okezone, Minggu (3/1/2016).



Menurut Ridwan, terdamparnya lumba-lumba tersebut menjadi pusat perhatian pengunjung yang datang ke lokasi wisata. Bahkan beberapa pengunjung juga sempat mengabadikan gambar lumba-lumba itu.



"Barusan banyak yang ambil gambar lumba-lumba itu, bahkan ada yang selfie bersama lumba-lumba," imbuh Ridwan.



Sementara pantauan di lokasi, ombak di Pantai Lombang masih dalam skala normal. Namun dengan terdamparnya lumba-lumba tersebut warga diminta lebih waspada ketika berenang di pinggir pantai.
Sumber : Lintas Madura News

Pengurus Komisariat PMII STKIP Sumenep Resmi Dilantik


JAWATIMURPOST- Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STKIP PGRI Sumenep resmi dilantik oleh Pengurus Cabang PMII Sumenep di Aula Sanggar Kegiatan Dinas (SKD) Batuan, Minggu (3/1/2016).

Pelantikan yang dikemas dengan Simposium Pendidikan tersebut dihadiri oleh Majlis Pembina Komisariat (Mabinkom) PMII STKIP PGRI Sumenep, Ikatan Alumni PMII Komisariat STKIP PGRI Sumenep, Pengurus Cabang PMII Sumenep, Anggota dan Kader PMII Komisariat STKIP PGRI Sumenep, Pengurus Komisariat se-Sumenep. Pengurus Komisariat PMII UIM Pamekasan, PMII Kabupaten Sampang, dan Pemateri Simposiaum.


Ketua Komisariat STKIP PGRI Sumenep Masa Khidmat 2016-2017, Suryadi dalam sambutannya mengatakan, kebersamaan dalam kepengurusan sangat penting dalam melaksanakan tugas. Dengan kebersamaan dan kekompakan, menurutnya, tanggung jawab di kepengurusan bisa terselesaikan dengan baik.


“Saya berharap kekompakan Sahabat-Sahabati dalam menjalankan amanah sebagai Pengurus Komisariat. Seorang ketua tidak akan mampu menyelesaikan tugas sendirian bahkan tidak ada apa-apanya kalau tidak didukung oleh Sahabat-Sahabati,” kata Suryadi, Minggu (3/1/2016).


Suryadi juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara pelantikan dan Simposiam Pendidikan yang diawali dengan hiburan musik Bintang Sembilan Band dan Tari Muang Sangkal itu.


“Kami atas nama Pengurus Komisariat PMII STKIP PGRI Sumenep menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah turut menyukseskan acara ini. Kami juga mohon maaf apabila kegiatan ini kurang berkenan bagi hadirin. Inilah keterbatasan kami,” paparnya.


Selanjutnya, Ketua Mabinkom PMII STKIP PGRI Sumenep, Dewi Hartatik mengatakan, Kepengurusan Komisariat yang baru dilantik itu merupakan kepengurusan masa khidmat 2015-2016. Namun karena kepengurusan sebelumnya lambat melaksanakan Rapat Tahunan Komisariat (RTK), berakibat pada lambannya pelantikan sehingga masuk pada tahun 2016.

“Kepengurusan Komisariat yang sekarang ini Masa Khidmat 2016-2017. Ini dikarenakan masa kepengurusan sebelumnya yaitu Sahabat Hulifiyah molor melaksanakan RTK sehingga masa khidmat 2015-2016 dihapus. Namun ini bukan hal yang urgen, hal terpenting adalah kepengurusan yang baru dilantik ini mampu mengemban amanah sehingga Komisariat PMII STKIP lebih baik dari masa sebelumnya,” paparnya


Dewi Hartatik yang dua kali menjabat sebagai Ketua Mabinkom ini berharap kepada 8 anggota Mabinkom lainnya untuk bersama-sama membina Pengurus Komisariat yang baru itu sehingga gerakan Komisariat PMII STKIP PGRI Sumenep tidak liar dan mencapai tujuan.

“Saya berharap kepada Tim Sembilan untuk senantiasa memberi pembinaan dan kontrol terhadap Komisariat sehingga gerakan-gerakan Komisariat STKIP PGRI Sumenep terarah dan menjadi contoh yang baik bagi Komisariat PMII yang lainnya di Sumenep,” katanya.


Selain Ketua Mabinkom, Ketua Ikatan Alumni PMII Komisariat STKIP PGRI Sumenep, Pusawi menyampaikan dalam sambutannya, pelantikan bukan hanya sekedar serimonial, akan tetapi pengikatan Pengurus terhadap yang diikrarkan kepada Allah SWT.

“Pelantikan ini bukan sebatas seremonial, bukan hanya kontrak janji antara pengurus dengan kader-kader yang telah memilih sahabat-sahabati sebagai pengurus pada RTK kemarin, melainkan penyampaian sumpah para pengurus komisariat kepada Allah Subahanahuwata’ala dalam mengemban amanah dan pengamdian di PMII,” kata mantan Ketua Komisariat PMII STKIP PGRI Sumenep itu.

Ketua Umum Cabang PMII Sumenep masa khidmat 2008-2009 ini, selain memberi ucapan selamat juga mengajak kader-kadernya khususnya kepengurusan yang baru dilantik itu untuk menyampaikan amanah dan tidak mengkhianati amanah yang telah diberikan kadar-kader PMII Komisariat STKIP PGRI Sumenep.


“Sahabat-Sahabati saat ini sudah menjadi pengurus Komisariat, tentunya harus mampu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya. Hal ini sebagaimana perintah Allah dalam suarah  An-Nisa ayat  58, Sungguh Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. Dan Sahabat-Sahabati pengurus juga berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mengkhianati amanah karena Allah dalam surat Al-Anfal ayat 27melarang kita. Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mnegkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui,” kata Pusawi.

Sementara Ketua Cabang PMII Sumenep menyampaikan dalam Sambutannya, selain mengucapkan selamat, juga menyampaikan bahwa lagu Indonesia raya seringkali dinyanyikan namun sedikit yang memahaminya makna yang terkandung di dalamnya dan sedikit yang mengamalkan dalam kehidupan sehari.


“Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Ini menjadi motifasi kepada Sahabat-Sahabat untuk tetap semangat dalam mengemban tanggung jawab sebagai kader PMII dan juga penerus bangsa,” paparnya.


Selain itu, dia mengajak kader PMII untuk tetap dalam persatuan dan kesatuan. Menurutnya, dengan persatuan, PMII akan semakin kuat dalam penghadapi berbagai persoalan baik persoalan dari dalam maupun dari luar.


“Sahabat-Sahabat, marilah kiap semakin perkuat persatuan dan kesatuan kita. Dengan persatuan inilah nantinya kita mampu memecahkan masalah dan tantangan yang akan terjadi. Tanpa adanya persatuan di internal PMII, PMII akan lemah sehingga mudah dipermainkan oleh pihak lain,” pungkasnya.


Acarapelantikan tersebut mendapat ucapan selamat dan sukses dari Ketua STKIP PGRI Sumenep Musaheri, Ketua Panwaslih Sumenep Moh. Amin. Pengurus Ansor Giligenting, dari 9 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) STKIP PGRI Sumenep, dan Alumni PMII Komisariat STKIP PGRI Sumenep , serta Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Achmad Sadik.



Sumber : Lintas Madura News

Kerapan Sapi Piala Presiden 2015 Dilanjutkan Besok


JAWATIMURPOST- Kerapan sapi Piala Presiden RI 2015 yang dilaksanakan di Stadion R Soenarto Hadiwidjojo, Pamekasan, Madura, Jawa Timur akan dilanjutkan Senin besok.


Yudi, salah satu panitia, mengatakan, tidak dilanjutkannya pelaksanaan kerapan sapi dikarenakan waktu yang tidak memungkinkan, selain itu kasihan terhadap sapinya yang dipacu seharian.


“Biasa mas kalau sudah sore dan tidak memungkinkan untuk dilepas (pacu) dilanjutkan keesokannya,” katanya, Minggu (1/11/2015) sore.


Ia mengaku rugi dari sisi material dan tenaga. Karena selain anggaran yang membengkak, dirinya juga harus kembali berjaga di lapangan kerap sampai besok.


“Kalau cuma biaya mas gak jadi persoalan, sekarang tenaganya ini lho habis,” tambahnya.


Berikut 24 pasang sai yang berkompetisi merebut piala presiden 2015.


1. Hajar Bos pasangan sapi milik H Nur asal Bangkalan


2. Satelit Muda pasangan sapi milik Oyek Johan asal Sumenep


3. Stell Balap Junior pasangan sapi milik Abiem asal Sampang


4. San Misan pasangan sapi milik Gus Tahta asal Pamekasan


5. Roda Mas pasangan sapi milik H Toher asal Bangkalan


6. Lanyala pasangan sapi milik Oyek Johan asal Sumenep


7. Begal I pasangan sapi milik H. Ach Hakiki asal Sampang


8. Perwira pasangan sapi milik H. Nasir asal Pamekasan


9. Meteorqu pasangan sapi milik Yayan asal Sumenep


10. Begal II pasangan sapi milik Moh Wasrobi asal Sampang


11. Prabu Siliwangi pasangan sapi milik H Sahrul asal Pamekasan


12. Sonar Lapindo pasangan sapi milik H. Kafrawi asal Bangkalan


13. Gajah Muda pasangan sapi milik Rasyid asal Sumenep


14. Dor to dor pasangan sapi milik H Abdullah Hidayat asal Sampang


15. Pendekar Sakti pasangan sapi milik H Suntir asal Bangkalan


16. Salbut Tengka pasangan sapi milik H. Jufri asal Pamekasan


17. Bintang Madu pasangan sapi milik H. Akhmat Budiyanto asal Pamekasan


18. Sonar Muda pasangan sapi milik H. Samsudin asal Bangkalan


19. Cabe Rawit pasangan sapi milik Mat Sahid asal Sampang


20. Lendu pasangan sapi milik Sutrisno asal Sumenep


21. Roda Mas pasangan sapi milik H. Tohir asal Pamekasan


22. Siluman pasangan sapi milik H. Tayyib asal Bangkalan


23. Rudal Obama pasangan sapi milik H. Suriyanto


23. Rudal Obama pasangan sapi milik H. Suriyanto asal Sumenep


24. Setan Balap pasangan sapi milik H. Hamdan asal Sampang





Sumber : mediamadura


Semalam di Madura Rayakan Hari Jadi Pamekasan ke-485



JAWATIMURPOST - Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Achmad Syafii, resmi membuka pagelaran Semalam di Madura ditandai dengan pukulan rabana, di area Monumen Arek Lancor, Sabtu (31/10/2015) malam.


Perayaan Semalam di Madura dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Pamekasan ke-485, melibatkan empat kabupaten di Madura, mulai Kabupaten Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan sendiri.


“Pagelaran Semalam di Madura kali ini, beda dengan tahun-tahun sebelumnya, bahkan dari segi konten, isi, juga berbeda,” kata Syafii dalam sambutannya, Sabtu (31/10/2015).


Tema yang diusung dalam perayaan semalam di Madura tersebut, yakni “Madura Art and Culture Diversity” yang berarti Keragaman Seni dan Budaya Madura.


“Dari masing-masing kabupaten itu nanti akan menampilkan corak (kesenian),” tuturnya.


Sebagaimana dilansir media madura, ribuan masyarakat datang berjubel menyaksikan malam penutupan hari jadi Kabupaten Pamekasan, tampak sangat bahagia. Pasalnya, ratusan kembang api dan lampion mewarnai pesta rakyat Madura malam ini.


Bahkan, sepanjang pegelaran Semalam di Madura, masyarakat Kota Gerbang Salam maupun luar Madura serta wisatawan dari mancanegera akan disugukan sejumlah penampilan tari-tarian tradisional.


Salah satunya Teri Belijjeh asli Kota Pamekasan memuat budaya keseharian masarakat Madura, dan memukau para penonton.


Pelatih tarian tersebut, Elies Mei Yuliana (30) mengatakan, tarian tersebut merupakan tarian baru yang sengaja dipentaskan pada perayaan Semalam di Madura.


“Ini baru sekarang dipentaskan mas, alhamdulillah lancar tanpa kendala,” katanya, Sabtu (31/10/2015) malam.


Warga Jalan Veteren ini mengaku melakukan persiapan tarian yang diakuinya baru itu sebulan lamanya, mulai dari tata rias sampai ke formasi di panggung.


“Ini persiapannya cukup lama mas, sekitar satu bulan,” tambahnya.


Guru SMAN 2 ini mengharap tarian ini dapatnya diakui menjadi salah satu kekeyaan pulau Madura karena dalam tarian tersebut menggambarkan perjuangan kehidupan pedagang tradisional di Madura.


Selain tari-tarian, sejumlah “dhemar korong” atau lampion juga menghiasi perayaan tersebut. Dhemar korang dilepas saat Bupati Pamekasan, Achmad Syafii, membuka acara Semalam di Madura, Sabtu (31/10/2015) malam di Monumen Arek Lancor.

Sumber Lintas Madura News

Dewan Pendidikan Sumenep akan Laporkan Disdik ke Kepolisian


JAWATIMURPOST- Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) berencana melaporkan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat ke pihak yang berwajib terkait dana kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Moniev) yang di duga diselewengkan.


Komisioner DPKS Ach Firdaus mengatakan, akan membawa permasalahan tersebut ke ranah hukum, karena Disdik tidak bisa memberikan jawaban jelas terkait pencairan dana moniev sejak tahun 2014 tersebut.



“Kami masih mengumpulkan data untuk melengkapi berkas yang akan kami laporkan ke Kepolisian,” jelasnya, Jum’at (25/12/2015).



Kegiatan moniev oleh DPKS sudah terlaksana sejak tahun 2012 lalu, namun baru diketahui bahwa kegiatan moniev dianggaran oleh Disdik sejak tahun 2014 lalu.



DPKS, tandas Firdaus,  tidak tahu secara pasti kegiatan moniev dianggarkan oleh Disdik sejak tahun 2012 atau 2014. Namun hingga tahun 2015 ini DPKS belum pernah menerima dana tersebut.



“Kami tidak tahu sejak kapan oleh mereka (Disdik, red) dianggarkan. Kalau kami mulai kegiatan moniev sejak tahun 2012 lalu,” imbuhnya.



Bahkan setelah dilakukan konfirmasi lanjut Firdaus, Disidik mengatakan untuk tahun 2014 sudah hangus akan tetapi pihak Disdik akan menggantinya. Hal tersebut menurutnya tidak rasional karena tidak jelas post anggaran yang akan dijadikan sebagai pengganti dana bantuan transport untuk kegiatan moniev 2014.



“Kami jadi curiga, jangan-jangan sudah dicairkan tapi kami nggak tahu. Jawaban dari mereka tetap saja mbulet tidak jelas, jadi akan kami laporkan ke Kepolisian,” pungkasnya.



Sementara ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kepala Disdik Sumenep Ach Sadik tidak merespon karena no handphone yang bersangkutan tidak aktif. Dana moniev untuk tahun 2014 sebesar Rp 6 juta, sedangkan untuk tahun 2015 sebesar Rp 9 juta.



Sumber : RRI


 
Copyright © 2013 JAWA TIMUR POST
Design by FBTemplates | Distributed by Kaizentemplate.